Sebenarnya
buku yang kedua ini; Doktrin Kemakmuran: Kemajuan atau Kemunduran? Kebenaran atau
Kesalahan? Awalnya adalah bagian dari buku saya yang pertama, yaitu; Persepuluhan:
Kemajuan atau Kemunduran?
Kebenaran atau Kesalahan?
Di mana awalnya saya menulis sebuah
buku dengan dua topik tersebut, menjadi satu isi di dalam sebuah buku. Kemudian
setelah diskusi dengan beberapa teman, disarankan agar dipisah menjadi dua
buku, yang masing-masing dengan topik tersendiri, maka akhirnya jadilah dua
buku tersebut, seperti salah satunya yang sedang anda baca ini.
Memang dengan menjadi dua buku
hasilnya jadi lebih menarik, karena isinya jadi lebih mudah difahami dan terasa
lebih fokus serta lebih berisi, disamping itu menjadi lebih menarik minat baca
sebab bukunya jadi tidak terlalu tebal.
Sebagaimana buku saya yang pertama,
buku kedua ini juga mengungkap kebenaran-kebenaran yang tertulis di Alkitab.
Bahkan ada sebuah tantangan yang sangat mendesak, untuk kita dapat memahami,
bahwa: Alkitab yang adalah firman Tuhan, secara keseluruhan merupakan satu
kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan. Maksudnya, Alkitab yang adalah
firman Tuhan, isinya saling berhubungan dan saling melengkapi dan tidak ada
bagian yang saling bertentangan.
Namun sering tanpa disadari, selama
ini banyak ajaran yang salah karena dilakukan tanpa pengertian yang benar, yang
menjadikan firman Tuhan secara keseluruhan akhirnya menjadi saling
bertentangan! Hal itu saya tuliskan dalam buku ini di Bab 3, berdasarkan dari
ucapan Tuhan Yesus: Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes.
Tentu saja penjelasan untuk hal tersebut dalam buku ini dengan disertai
bukti-bukti dari ayat-ayat yang tertulis di Alkitab, sehingga mudah untuk
dipelajari.
Selain itu ada hal yang tidak kalah
pentingnya, yaitu; bagaimana kita dapat belajar tentang karakter yang
diubahkan. Seperti Petrus, yang saya jadikan sebagai tokoh sentral dalam buku
ini, sebagai manusia biasa ia begitu labil, sehingga seringkali ia melakukan
kesalahan-kesalahan. Namun kemudian akhirnya kita dapat melihat, bagaimana
perjalanan hidup Petrus diubahkan, dari seorang manusia biasa yang lemah
akhirnya tahap demi tahap dapat berjalan menuju kepada kedewasaan dan
kesempurnaan!
Petrus yang dijadikan oleh Tuhan
Yesus sebagai batu karang, yang di atasnya jemaat Tuhan dibangun dan alam maut
tidak akan menguasainya, adalah pribadi yang dipakai oleh Tuhan untuk
membongkar, bahwa: doktrin kemakmuran itu salah, karena bertentangan dengan
ajaran yang tertulis di Alkitab!
Dengan tetap membuka diri, saya
mengharapkan untuk menerima: koreksi, masukan, pendapat, saran maupun kritik
demi perbaikan dari isi buku ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar