Selasa, 22 April 2014

KATA PENGANTAR



   

       Sebenarnya buku yang kedua ini; Doktrin Kemakmuran: Kemajuan atau Kemunduran? Kebenaran atau Kesalahan? Awalnya adalah bagian dari buku saya yang pertama, yaitu; Persepuluhan: Kemajuan atau Kemunduran? Kebenaran atau Kesalahan?

            Di mana awalnya saya menulis sebuah buku dengan dua topik tersebut, menjadi satu isi di dalam sebuah buku. Kemudian setelah diskusi dengan beberapa teman, disarankan agar dipisah menjadi dua buku, yang masing-masing dengan topik tersendiri, maka akhirnya jadilah dua buku tersebut, seperti salah satunya yang sedang anda baca ini.

            Memang dengan menjadi dua buku hasilnya jadi lebih menarik, karena isinya jadi lebih mudah difahami dan terasa lebih fokus serta lebih berisi, disamping itu menjadi lebih menarik minat baca sebab bukunya jadi tidak terlalu tebal.

            Sebagaimana buku saya yang pertama, buku kedua ini juga mengungkap kebenaran-kebenaran yang tertulis di Alkitab. Bahkan ada sebuah tantangan yang sangat mendesak, untuk kita dapat memahami, bahwa: Alkitab yang adalah firman Tuhan, secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh yang tidak terpisahkan. Maksudnya, Alkitab yang adalah firman Tuhan, isinya saling berhubungan dan saling melengkapi dan tidak ada bagian yang saling bertentangan.

            Namun sering tanpa disadari, selama ini banyak ajaran yang salah karena dilakukan tanpa pengertian yang benar, yang menjadikan firman Tuhan secara keseluruhan akhirnya menjadi saling bertentangan! Hal itu saya tuliskan dalam buku ini di Bab 3, berdasarkan dari ucapan Tuhan Yesus: Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Tentu saja penjelasan untuk hal tersebut dalam buku ini dengan disertai bukti-bukti dari ayat-ayat yang tertulis di Alkitab, sehingga mudah untuk dipelajari.

            Selain itu ada hal yang tidak kalah pentingnya, yaitu; bagaimana kita dapat belajar tentang karakter yang diubahkan. Seperti Petrus, yang saya jadikan sebagai tokoh sentral dalam buku ini, sebagai manusia biasa ia begitu labil, sehingga seringkali ia melakukan kesalahan-kesalahan. Namun kemudian akhirnya kita dapat melihat, bagaimana perjalanan hidup Petrus diubahkan, dari seorang manusia biasa yang lemah akhirnya tahap demi tahap dapat berjalan menuju kepada kedewasaan dan kesempurnaan!

            Petrus yang dijadikan oleh Tuhan Yesus sebagai batu karang, yang di atasnya jemaat Tuhan dibangun dan alam maut tidak akan menguasainya, adalah pribadi yang dipakai oleh Tuhan untuk membongkar, bahwa: doktrin kemakmuran itu salah, karena bertentangan dengan ajaran yang tertulis di Alkitab!

            Dengan tetap membuka diri, saya mengharapkan untuk menerima: koreksi, masukan, pendapat, saran maupun kritik demi perbaikan dari isi buku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar