Selasa, 22 April 2014

BAB 12 (Penutup)


Pilihan di Tangan Anda

        Topik dari buku:
Doktrin Kemakmuran
Kemajuan Atau Kemunduran? Kebenaran Atau Kesalahan? Telah anda baca.
       Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu di zaman nabi Yehezkiel, pada waktu itu sudah ada gembala-gembala Israel yang jahat. Mereka tidak menggembalakan domba-domba miliknya Tuhan, tetapi mereka hanya menggembalakan dirinya sendiri.
       Merekalah yang telah memulai doktrin kemakmuran, yang walaupun kelihatannya menggembalakan domba-domba miliknya Tuhan, tetapi para gembala yang jahat itu sebenarnya hanya mengincar domba-domba yang sehat untuk diperah dinikmati susunya, domba-domba yang berbulu lebat untuk digunting bulunya dijadikan pakaian, serta domba-domba yang gemuk tambun untuk disembelih dimakan dagingnya.
       Gembala-gembala yang menggembalakan dirinya sendiri itu sungguh tidak tahu malu, kelakuan mereka terlihat sangat mencolok dengan perilakunya yang tidak bertanggung jawab. Sikap mereka sudah tidak peduli terhadap domba-domba miliknya Tuhan. Domba-domba yang lemah tidak dikuatkan, yang sakit tidak diobati, yang terluka tidak dibalut, yang tersesat tidak digembalakan dibawa pulang, yang hilang tidak dicari, melainkan justru malah diinjak-injak dengan kekerasan dan kekejaman.
       Akibat yang terjadi karena perilaku gembala-gembala yang jahat yang menggembalakan dirinya sendiri itu, maka domba-domba yang malang tersebut berserak tercerai-berai ke mana-mana dan menjadi makanan binatang hutan yang buas.
       Sebenarnya para gembala yang jahat itu bukan gembala dari domba-domba miliknya Tuhan, tetapi mereka itu adalah orang-orang  upahan, yang ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. (Yoh 10:12).
       Itulah sebabnya sampai Tuhan sendiri berfirman: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu. (Yeh 34:1-10).
       Hal itu terjadi pada zaman nabi Yehezkiel.
       Bagaimana dengan gembala-gembala atau pemimpin-pemimpin pada zaman sekarang ini, apa yang terjadi?
       Setali tiga uang, sama saja!
       Demikian pula pada zaman sekarang ini gembala-gembala atau pemimpin-pemimpin yang mengajarkan doktrin kemakmuran, mereka itu pekerjaannya bukan menggembalakan domba-domba miliknya Tuhan, tetapi justru mereka itu sibuk memuaskan keinginannya sendiri. Terhadap domba-domba yang bernasib malang, mereka sudah tidak ambil peduli!
       Kepuasan mereka ditunjukkan kepada banyak orang dengan memamerkan buah dari hasil pelayanannya yang serba wah! Rumah mewah, mobil mewah, pendek kata segala sesuatu yang serba mentereng diperlihatkan dengan sikap bangga sambil berujar: “Beginilah hidup yang diberkati berkelimpahan!”
       Gembala-gembala yang mengajarkan doktrin kemakmuran pada zaman sekarang ini, mereka itu bisa lebih jahat dari gembala-gembala di zaman nabi Yehezkiel, karena ajaran mereka itu sudah menyimpang dari ajaran yang sehat dan benar! Sebab sebenarnya ajaran doktrin kemakmuran itu diajarkan  oleh hamba-hamba Tuhan yang palsu! Mereka itu sebenarnya adalah serigala buas yang menyamar seperti domba! Mereka itu pemimpin-pemimpin palsu yang memanfaatkan dan mengelabuhi orang-orang yang tulus hatinya. Mereka itu melayani dengan pura-pura mengatas-namakan Tuhan, padahal Tuhan mereka adalah perut mereka!
       Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. Rm 16:18.
       Mereka yang mengajarkan doktrin kemakmuran itu adalah orang-orang yang tidak mau pikul salib, ajaran mereka bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus. Paulus bukan hanya prihatin, tetapi juga dengan sambil menangis ketika ia mengatakan; bahwa, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
       Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
       Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Fil 3:18-19.
       Mereka yang mengajar doktrin kemakmuran itu adalah orang-orang yang terus mengejar perkara duniawi. Padahal Tuhan Yesus sudah mengingatkan:
       Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Mat 16:26. (Penekanan pada huruf dalam ayat tersebut oleh penulis).
       Jelaslah sudah,
       ALKITAB MENJAWAB: Doktrin Kemakmuran; adalah kemunduran bukan kemajuan! Doktrin Kemakmuran; adalah kesalahan bukan kebenaran!
       Yang terakhir, kembali pada proses belajar dari pribadi Petrus sebagai manusia; yang dengan jelas telah kita saksikan bersama, bagaimana dalam hidupnya sebagai manusia biasa yang banyak memiliki kelemahan, ternyata Petrus bisa terus dapat berjalan menuju kepada kedewasaan dan kesempurnaan! Yaitu ujungnya yang sampai ke puncak, sama seperti teladan Yesus yang sampai ke puncak, yaitu: Memuliakan Allah, Bapa!
       Bagi anda dan saya yaitu setiap orang percaya, tidak ada jalan yang lain bila ingin dibentuk oleh Tuhan menuju kedewasaan dan kesempurnaan, selain dari pada; apa pun juga yang kita perbuat, ujungnya mesti berbuah bagi kemuliaan Allah!
       Menyinggung sedikit tentang proses bagi seseorang yang rindu hendak menuju kepada kedewasaan dan kesempurnaan. Penulis mengingatkan, yaitu bagi penganut ajaran doktrin persepuluhan yang berdasar hukum Taurat agar memperhatikan hal ini:
       Sebab, bagi penganut ajaran doktrin persepuluhan yang berdasar hukum Taurat itu (Ibr 7:5), bila mereka tetap berpegang pada ajaran tersebut, maka tidak mungkin bagi mereka untuk dapat berjalan menuju kedewasaan dan kesempurnaan, karena mereka pasti terbentur oleh hukum Taurat yang para pelakunya tidak mungkin dibenarkan.
       -sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah. Ibr 7:19.
       Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab:”tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Gal 2:16.
       Silahkan anda membaca buku saya yang pertama yaitu;
Persepuluhan
Kemajuan Atau Kemunduran? Kebenaran Atau Kesalahan?
       Di dalam buku tersebut anda akan dapat melihat dengan jelas suatu kebenaran yang nyata, yang sesuai seperti yang tertulis dengan sebenarnya di Alkitab. Bahwa persepuluhan yang berdasar hukum Taurat itu, sebenarnya adalah perintah Tuhan yang hanya ditujukan kepada bangsa Israel (Ibr 7:5), dan berlaku hanya sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis! (Luk 16:16).
       Mengasah pemahaman antara hukum Taurat dan kasih karunia, mari kita pahami ayat yang memberi pengertian yang sangat luar biasa ini:
       Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. Gal 5:4.
       Sebelumnya Paulus mendasari hidupnya dengan cara demikian:
       Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus. Gal 2:19.
       Lalu bagaimana dengan nasib para pengajar doktrin kemakmuran? Dapatkah mereka itu menuju kepada kedewasaan dan kesempurnaan?
       Jawabnya, bagi mereka itu jangankan untuk menuju kedewasaan dan kesempurnaan, apabila mereka itu tidak bertobat, mereka pasti akan binasa!
       Sebab, para pengajar doktrin kemakmuran, mereka itu adalah pengajar-pengajar palsu yang telah menjadi lawan dari Tuhan, Alkitab mengatakan: bagian mereka adalah kebinasaan.
       Sekali lagi, ayat ini penting untuk ditampilkan.
       Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
       Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Fil 3:19.

       Dan akan tampak semakin nyata bila kita memperhatikan penjelasan penting dari ayat berikut ini:

       Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.
       Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 2 Kor 10:13-15.
       Hidup adalah pilihan: Pilihan di tangan anda.
       Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia. Kis 5:29.
       Akhirnya;
       Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela. 2 Kor 6:3-7.
Amin.
SELESAI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar