Pilihan di
Tangan Anda
Topik dari buku:
Doktrin Kemakmuran
Kemajuan Atau
Kemunduran? Kebenaran Atau Kesalahan? Telah anda baca.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu di zaman nabi
Yehezkiel, pada waktu itu sudah ada gembala-gembala Israel yang jahat. Mereka tidak
menggembalakan domba-domba miliknya Tuhan, tetapi mereka hanya menggembalakan
dirinya sendiri.
Merekalah
yang telah memulai doktrin kemakmuran, yang walaupun kelihatannya
menggembalakan domba-domba miliknya Tuhan, tetapi para gembala yang jahat itu
sebenarnya hanya mengincar domba-domba yang sehat untuk diperah dinikmati
susunya, domba-domba yang berbulu lebat untuk digunting bulunya dijadikan
pakaian, serta domba-domba yang gemuk tambun untuk disembelih dimakan
dagingnya.
Gembala-gembala yang menggembalakan dirinya sendiri itu sungguh tidak
tahu malu, kelakuan mereka terlihat sangat mencolok dengan perilakunya yang
tidak bertanggung jawab. Sikap mereka sudah tidak peduli terhadap domba-domba
miliknya Tuhan. Domba-domba yang lemah tidak dikuatkan, yang sakit tidak
diobati, yang terluka tidak dibalut, yang tersesat tidak digembalakan dibawa
pulang, yang hilang tidak dicari, melainkan justru malah diinjak-injak dengan
kekerasan dan kekejaman.
Akibat
yang terjadi karena perilaku gembala-gembala yang jahat yang menggembalakan
dirinya sendiri itu, maka domba-domba yang malang tersebut berserak tercerai-berai ke
mana-mana dan menjadi makanan binatang hutan yang buas.
Sebenarnya para gembala yang jahat itu bukan gembala dari domba-domba
miliknya Tuhan, tetapi mereka itu adalah orang-orang upahan, yang ketika melihat serigala datang,
meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan
mencerai-beraikan domba-domba itu. (Yoh 10:12).
Itulah
sebabnya sampai Tuhan sendiri berfirman: Aku sendiri akan menjadi lawan
gembala-gembala itu. (Yeh 34:1-10).
Hal itu
terjadi pada zaman nabi Yehezkiel.
Bagaimana
dengan gembala-gembala atau pemimpin-pemimpin pada zaman sekarang ini, apa yang
terjadi?
Setali tiga
uang, sama saja!
Demikian
pula pada zaman sekarang ini gembala-gembala atau pemimpin-pemimpin yang
mengajarkan doktrin kemakmuran, mereka itu pekerjaannya bukan menggembalakan
domba-domba miliknya Tuhan, tetapi justru mereka itu sibuk memuaskan
keinginannya sendiri. Terhadap domba-domba yang bernasib malang, mereka sudah tidak ambil peduli!
Kepuasan
mereka ditunjukkan kepada banyak orang dengan memamerkan buah dari hasil
pelayanannya yang serba wah! Rumah mewah, mobil mewah, pendek kata segala
sesuatu yang serba mentereng diperlihatkan dengan sikap bangga sambil berujar:
“Beginilah hidup yang diberkati berkelimpahan!”
Gembala-gembala
yang mengajarkan doktrin kemakmuran pada zaman sekarang ini, mereka itu bisa
lebih jahat dari gembala-gembala di zaman nabi Yehezkiel, karena ajaran mereka
itu sudah menyimpang dari ajaran yang sehat dan benar! Sebab sebenarnya ajaran
doktrin kemakmuran itu diajarkan oleh
hamba-hamba Tuhan yang palsu! Mereka itu sebenarnya adalah serigala buas yang
menyamar seperti domba! Mereka itu pemimpin-pemimpin palsu yang memanfaatkan
dan mengelabuhi orang-orang yang tulus hatinya. Mereka itu melayani dengan
pura-pura mengatas-namakan Tuhan, padahal Tuhan mereka adalah perut mereka!
Sebab
orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut
mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka
yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya. Rm 16:18.
Mereka yang mengajarkan doktrin kemakmuran
itu adalah orang-orang yang tidak mau pikul salib, ajaran mereka bertentangan
dengan ajaran Tuhan Yesus. Paulus bukan hanya prihatin, tetapi juga dengan
sambil menangis ketika ia mengatakan; bahwa, banyak orang yang hidup sebagai
seteru salib Kristus.
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang
kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai
seteru salib Kristus.
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka,
kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada
perkara duniawi. Fil 3:18-19.
Mereka yang mengajar doktrin kemakmuran
itu adalah orang-orang yang terus mengejar perkara duniawi. Padahal Tuhan Yesus
sudah mengingatkan:
Apa gunanya
seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang
dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Mat 16:26. (Penekanan pada huruf
dalam ayat tersebut oleh penulis).
Jelaslah sudah,
ALKITAB MENJAWAB: Doktrin Kemakmuran;
adalah kemunduran bukan kemajuan! Doktrin Kemakmuran; adalah kesalahan bukan
kebenaran!
Yang terakhir, kembali pada proses
belajar dari pribadi Petrus sebagai manusia; yang dengan jelas telah kita saksikan
bersama, bagaimana dalam hidupnya sebagai manusia biasa yang banyak memiliki
kelemahan, ternyata Petrus bisa terus dapat berjalan menuju kepada kedewasaan
dan kesempurnaan! Yaitu ujungnya yang sampai ke puncak, sama seperti teladan
Yesus yang sampai ke puncak, yaitu: Memuliakan Allah, Bapa!
Bagi anda
dan saya yaitu setiap orang percaya, tidak ada jalan yang lain bila ingin
dibentuk oleh Tuhan menuju kedewasaan dan kesempurnaan, selain dari pada; apa pun
juga yang kita perbuat, ujungnya mesti berbuah bagi kemuliaan Allah!
Menyinggung sedikit tentang proses bagi
seseorang yang rindu hendak menuju kepada kedewasaan dan kesempurnaan. Penulis
mengingatkan, yaitu bagi penganut ajaran doktrin persepuluhan yang berdasar
hukum Taurat agar memperhatikan hal ini:
Sebab, bagi
penganut ajaran doktrin persepuluhan yang berdasar hukum Taurat itu (Ibr 7:5), bila mereka tetap
berpegang pada ajaran tersebut, maka tidak mungkin bagi mereka untuk dapat
berjalan menuju kedewasaan dan kesempurnaan, karena mereka pasti terbentur oleh
hukum Taurat yang para pelakunya tidak mungkin dibenarkan.
-sebab hukum Taurat sama sekali tidak
membawa kesempurnaan- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik,
yang mendekatkan kita kepada Allah. Ibr 7:19.
Kamu
tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum
Taurat, tetapi hanya oleh iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah
percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam
Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab:”tidak ada seorang
pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. Gal 2:16.
Silahkan anda membaca buku saya yang pertama yaitu;
Persepuluhan
Kemajuan Atau
Kemunduran? Kebenaran Atau Kesalahan?
Di dalam buku tersebut anda akan dapat
melihat dengan jelas suatu kebenaran yang nyata, yang sesuai seperti yang
tertulis dengan sebenarnya di Alkitab. Bahwa persepuluhan yang berdasar hukum
Taurat itu, sebenarnya adalah perintah Tuhan yang hanya ditujukan kepada bangsa
Israel (Ibr 7:5), dan berlaku hanya sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis! (Luk
16:16).
Mengasah pemahaman antara hukum Taurat
dan kasih karunia, mari kita pahami ayat yang memberi pengertian yang sangat
luar biasa ini:
Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu
mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. Gal 5:4.
Sebelumnya Paulus mendasari hidupnya dengan
cara demikian:
Sebab aku telah mati
oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah
disalibkan dengan Kristus. Gal 2:19.
Lalu bagaimana dengan nasib para
pengajar doktrin kemakmuran? Dapatkah mereka itu menuju kepada kedewasaan dan
kesempurnaan?
Jawabnya, bagi
mereka itu jangankan untuk menuju kedewasaan dan kesempurnaan, apabila mereka
itu tidak bertobat, mereka pasti akan binasa!
Sebab, para pengajar doktrin kemakmuran,
mereka itu adalah pengajar-pengajar palsu yang telah menjadi lawan dari Tuhan,
Alkitab mengatakan: bagian mereka adalah kebinasaan.
Sekali lagi, ayat ini penting untuk
ditampilkan.
Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang
kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai
seteru salib Kristus.
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka,
kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada
perkara duniawi. Fil 3:19.
Dan akan tampak semakin nyata
bila kita memperhatikan penjelasan penting dari ayat berikut ini:
Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang,
yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan,
sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang.
Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar
sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan
perbuatan mereka. 2 Kor 10:13-15.
Hidup adalah pilihan: Pilihan di tangan
anda.
Tetapi
Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: Kita harus lebih taat kepada
Allah dari pada kepada manusia. Kis 5:29.
Akhirnya;
Dalam hal
apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan
sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami adalah pelayan Allah, yaitu:
dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan
kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih
payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan,
kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan
senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela. 2 Kor 6:3-7.
Amin.
SELESAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar