PETRUS BAPAK GEREJA YANG PERTAMA
Berbicara tentang gereja, sebaiknya
marilah dimulai dari; Siapakah bapak gereja yang pertama?
Bapak gereja yang pertama, dialah Simon
yang disebut Petrus.
Hal ini dapat kita ketahui dari
ketika Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak
Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada
yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan pula
yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” (Mat 16:13-14).
Berawal dari pertanyaan Yesus kepada murid-murid-Nya: “Kata orang,
siapakah Anak Manusia itu?” Maka para murid serempak menjawab secara
bersama-sama yaitu seperti menurut “kata orang” siapakah Yesus itu.
Kemudian Yesus ingin mengetahui siapakah diri-Nya menurut kata
murid-murid-Nya secara pribadi. Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa
katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak
Allah yang hidup!” (Mat 16:15-16).
Ketika Yesus bertanya yang
bukan lagi menurut apa kata orang, tetapi menurut apa kata murid-murid-Nya
secara pribadi tentang siapakah Yesus itu, maka sementara murid-murid yang lain
masih terdiam, Petrus menjawab dengan mantap: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah
yang hidup!”
Oleh karena pernyataan pengakuan Petrus yang luar biasa itu, sebab
orang-orang menganggap Yesus hanya sebagai nabi yaitu sebagai manusia, tetapi
justru Petrus dapat melihat keilahian Yesus, yaitu sebagai Mesias, Anak Allah
yang hidup. Maka Yesus pun memuji Petrus sebagai manusia yang berbahagia,
walaupun sebenarnya pernyataan pengakuan Petrus itu bukan berasal dari dirinya
sendiri, melainkan karena karunia dari Bapa yang menaruh pernyataan
pengakuannya itu di dalam hatinya untuk kemudian diucapkan oleh mulutnya.
Oleh karena pengakuannya, Petrus diangkat oleh Yesus, ia mendapat hak
istimewa, dipromosikan dan dikukuhkan menjadi bapak gereja yang pertama, karena
melalui hidup Petrus sebagai batu karang, jemaat Tuhan dibangun dan alam maut
tidak akan menguasainya. Selain itu Petrus juga menerima hak yang luar biasa
yaitu menerima kunci Kerajaan Sorga. Apa yang diikat olehnya di dunia ini akan
terikat di sorga dan apa yang dilepaskannya di bumi akan terlepas di sorga.
Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan
manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku
pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan
mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau-ikat di dunia
ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas
di sorga.” Mat 16:17-19.
Apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus hal itu kemudian terbukti. Di
atas kehidupan Petrus, mulailah jemaat Tuhan dibangun. Hal itu terjadi ketika
peristiwa Pentakosta, melalui khotbah Petrus mulailah jemaat Tuhan dibangun di
atas batu karang dan alam maut tidak menguasainya.
Melalui khotbahnya pada waktu Pentakosta kira-kira tiga ribu jiwa
menjadi percaya dan dibaptis. (Kis 2:41).
Kemudian berikutnya setelah itu; melalui khotbahnya di Serambi Salomo,
jumlah orang yang menjadi percaya semakin bertambah menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.
(Kis 4:4).
Petrus yang telah diteguhkan oleh Yesus sebagai batu karang yang di
atasnya jemaat Tuhan dibangun adalah Petrus yang baru yang dipenuhi oleh Roh
Kudus. Dalam setiap gerak langkah hidupnya selalu ada kuasa yang menyertai.
Bahkan, hanya lewat bayangannya saja orang sakit dapat disembuhkan!
Bahkan mereka membawa orang sakit keluar, ke jalan raya, dan
membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat
setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Dan juga orang
banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa
orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan
mereka semua disembuhkan. Kis 5:15-16. (Penekanan pada huruf dalam ayat
tersebut oleh penulis).
Sungguh sulit dibayangkan
betapa hebat kuasa Tuhan yang bekerja melalui kehidupan Petrus. Begitu luar
biasa, bukan saja orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh
jahat semua disembuhkan, tetapi ada peristiwa lain yang ajaib, yang dialami
oleh Petrus dan rasul-rasul yang lain.
Karena iri, Imam Besar dan pengikut-pengikutnya akhirnya menangkap
Petrus dan rasul-rasul yang lain, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota. Kemudian peristiwa
ajaib ini terjadi, pada waktu tengah malam seorang malaikat Tuhan membuka
pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar serta berpesan agar mereka
pergi dan berdiri di Bait Allah sambil memberitakan seluruh firman hidup itu
kepada orang banyak.
Mereka taat dan melakukan pesan malaikat itu.
Sementara itu Imam Besar dan pengikut-pengikutnya menyuruh Mahkamah
Agama untuk berkumpul, yaitu seluruh majelis tua-tua bangsa Israel, dan mereka menyuruh
mengambil rasul-rasul itu dari penjara. (Karena mereka menyangka rasul-rasul
itu masih terkurung di dalam penjara).
Tetapi ketika pejabat-pejabat datang ke penjara, mereka tidak menemukan
rasul-rasul itu di situ. Lalu mereka kembali dan melapor memberitahukan,
katanya: Kami mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya dan semua
pengawal di tempatnya di muka pintu, tetapi setelah kami membukanya, tidak
seorang pun yang kami temukan di dalamnya.” (Kis 5:17-23).
Wow ajaib bukan, tadinya malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara dan
membawa Petrus dan rasul-rasul yang lain keluar. Tetapi ketika pejabat-pejabat
datang ke penjara mereka mendapati penjara terkunci dengan sangat rapinya,
artinya pintu penjara tetap dalam keadaan tertutup rapat sedangkan para rasul
sudah tidak berada di tempat yaitu di dalam penjara. Apalagi semua pengawal ada
di tempatnya di muka pintu penjara, mereka berjaga dengan disiplin. Jadi
bagaimana mungkin menurut logika rasul-rasul itu dapat ke luar dari penjara?
Inilah yang disebut
keajaiban, berarti bisa saja Petrus dan rasul-rasul yang lain bersama seorang
malaikat Tuhan, mereka berbondong-bondong berjalan melewati jeruji pintu
penjara dan melewati para pengawal yang berjaga di muka pintu, tanpa terlihat!
Itulah keajaiban!
Sebab tidak ada yang mustahil bagi
Tuhan. (Luk 1:37).
Dan bukan saja tidak ada yang
mustahil bagi Tuhan, tetapi juga tidak ada yang mustahil bagi orang yang
percaya! (Mrk 9:23).
Keajaiban ialah sesuatu yang
tidak mungkin bagi manusia, tetapi apa yang tidak mungkin bagi manusia tidak
ada yang mustahil bagi Tuhan, dan bagi orang yang percaya!
Termasuk ketika Petrus
membangkitkan Tabita atau yang juga dipanggil Dorkas dari kematian. Akibat
sakit yang dideritanya akhirnya Tabita meninggal. Petrus yang pada waktu itu
berada di Lida diberitahu dan datang ke Yope di kota tempat Tabita meninggal. Kemudian
sesampainya ia di sana,
Tabita dibangkitkan dari kematian, Tabita hidup kembali! (Kis 9:36-43).
Promosi yang diperoleh Petrus dari Yesus dilengkapi dengan kasih, kuasa,
dan keajaiban sehingga mengukuhkan Petrus dalam integritas atau ketulusan dalam
pelayanannya. Itu semua diperolehnya akibat dari buah pengakuan imannya tentang
siapakah Yesus itu, yang kemudian berakibat pula kasih, kuasa, dan keajaiban
Tuhan Yesus bekerja secara nyata melimpah melalui hidup Petrus.
Akan tetapi, yang sebenarnya terjadi setelah pengakuan Petrus itu;
s e b e l u m kasih, kuasa, dan
keajaiban benar-benar bekerja melalui kehidupan Petrus;
Inilah yang sebenarnya terjadi:
Setelah Petrus diangkat
dipromosikan dan diberi hak istimewa oleh Yesus, ada satu peristiwa yang
berkaitan begitu dekat dengan peristiwa pengakuan Petrus karena peristiwa
tersebut terjadi di dalam pasal yang sama di ayat selanjutnya, yaitu ketika
Yesus untuk pertama kalinya memberitahukan tentang penderitaan-Nya kepada
murid-murid-Nya, lalu Ia dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Kemudian
Petrus spontan bereaksi menarik Yesus ke samping dan dengan berani menegor Dia
sekaligus menolak perkataan-Nya.
Mari kita baca peristiwa tersebut seutuhnya di Bab berikutnya agar kita
tahu dengan jelas apa yang sesungguhnya terjadi dan belajar untuk mengetahui: Siapakah
pribadi Petrus sebenarnya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar